Rabu, 27 Maret 2013

PERCOBAAN MENDEL: MONOHIBRID DAN DIHIBRID


GENETIKA TUMBUHAN

I.         Judul
ANALOGI PERCOBAAN MONOHIBRID DAN DIHIBRID MENDEL

II.      Tujuan   
·         Menjelaskan pengertian, prinsip dan proses hukum Mendel I dan II
·         Menjelaskan proses perpaduan gamet (pembuahan) merupakan suatu kejadian acak
·         Membuat diagram pola pewarisan monohibrid dan dihibrid Mendel.
III.  Pendahuluan 
          Genetika berasal dari bahasa Yunani Genno (=melahirkan), genetica (Belanda), genetics (Inggris). Genetika yaitu cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat (hereditas) pada organisme maupun suborganisme. George Mendel (Austria), beliau adalah seorang Bapak Genetika terkenal, di mana hukum – hukum yang dia temukan tentang genetika masih kita gunakan, yaitu hukum Mendel I dan II.
          Hukum Mendel I merupakan hukum pemisahan gen yang sealel ke dalam gamet, dikenal sebagai Hukum Segregasi. Bunyi hukum Mendel I adalah “Alel memisah (segregasi) satu dari yang lainnya selama pembentukan gamet dan diwariskan secara acak ke dalam gamet-gamet yang sama jumlahnya”.
          Contoh persilangan monohibrid, ada gamet dengan alel A dan gamet lain dengan alel a. Jika dua individu F1 (Aa) dengan kedua gametnya tersebut disilangkan, maka menurut Mendel akan menghasilkan populasi F2 dengan perbandingan / nisbah genotip 1 dominan penuh (AA) : 2 hibrid (Aa) : 1 resesif penuh (aa), dan perbandingan fenotipnya adalah 3 dominan (AA atau Aa) : 1 resesif (aa)
          Hukum Mendel II merupakan peristiwa dua pasang alel atau lebih dijelaskan dalam hukum pemisahan dan pengelompokkan secara bebas. Bunyi hukum Mendel II berbunyi “pasangan gen berbeda yang sedang bersegregasi, akan memisah dan mengelompok secara bebas”. Pada persilangan dihibrid, terlihat adanya pemisahan dan pengelompokkan alel F1 pada masing - masing sifat, sehingga gamet – gamet memiliki alel dominan dan resesif. Bila F1 disilangkan maka akan memiliki kedua macam alel pada masing-masing sifat (AaBb). Populasi F2 hasil persilangan antar F1 ini akan menghasilkan perbandingan fenotip 9 (A-B-) : 3 (A-bb) : 3 (aaB-) : 1 (aabb). Perbandingan genotip dapat diperoleh dengan menjumlahkan genotip-genotip yang sama di antara 16 genotip yang terbentuk dalam diagram punnet.

IV.        Percobaan
Alat dan bahan yang digunakan adalah :
·         2 mata uang koin,
·         kertas,
·         pensil/pulpen
V.                Cara Kerja
Percobaan 1: Peluang munculnya alel A dan a dalam pembentukan gamet dari individu heterozigot Aa
1.         Lemparkan satu buah koin yang telah ditandai masing-masing sisinya untuk mewakili alel A dan a. Alel A untuk gambar “burung garuda”, alel a untuk “angka”. Jika muncul sisi A (gambar burung garuda) maka dianggap gamet yang dihasilkan mengandung alel A, atau sebaliknya bila yang muncul sisi a (angka) maka dianggap gamet yang dihasilkan mengandung a.
2.         Pelemparan dilakukan sampai 100 kali, dan setiap pelemparan sisi yang muncul dicatat.
3.         Setelah pelemparan selesai pemunculan masing-masing sisi dihitung, dan kemudian diuji apakah data sesuai dengan hipotesa bahwa kedua alel seimbang, atau p (A) = ½ dan p (a)  = ½.

Percobaan 2: Penggabungan gamet (alel) pada saat pembuahan (F1 X F1) yang menghasilkan F2 pada monohibrid
1.         Lemparkan secara serempak dua mata uang (koin) (A1 dan a1 untuk mata uang ke-1,A2 dan a2 untuk matauang ke-2), dan catat kombinasi sisi mata unang yang muncul (A1 A2, A1 a2,a1 A2 dan a1 a2).
2.         Pelemparan dilakukan sampai 100 kali, dan setiap pelemparan sisi yang muncul dicatat.
3.         Setelah pelemparan selesai pemunculan masing-masing kombinasi dihitung, dan kemudian diuji apakah kemunculan sisi dari setiap mata uang itu bebas satu sama lain atau tidak.

VI.        Hasil Pengamatan
Percobaan 1. Peluang munculnya alel A dan a dalam pembentukan gamet dari individu heterozigot Aa
Perhitungan Penelitian
Sifat/ alel
O
E
O-E
d
d2
d2/E
A
48
50
-2
-1,5
2,25
0,045
a
52
50
2
1,5
2,25
0,045
X2 Hitung
0,09






Text Box: O = Alel yang muncul
E = Peluang yang diharapkan (Expected)
d = Koreksi yates =  ± 0,5
db = n – 1 = 2-1 = 1
X2 Hitung=  0,09
Jika      :    X2hitung < x2 tabel = Ho diterima
        X2 hitung >       X2 tabel = Ho tidak diterima
 
 




db
Peluang (K=0.05)
Peluang (K=0.01)
1
3,83
6,64
2
5,99
9,21
3
7,82
11,35





Dari perhitungan di atas dapat diketahui, bahwa     :
X2hitung  = 0,09 < x2 tabel = 3.883 (Ho diterima)
Kesimpulan: Hasil percobaan sesuai dengan teori peluang

Percobaan 2. Penggabungan gamet (alel) pada saat pembuahan (F1 X F1) yang menghasilkan F2 pada monohibrid
Perhitungan Penelitian
Sifat/ alel
O
E
O-E
d
d2
d2/E
AA
23
25
-2
-1,5
2,25
0,09
Aa
52
50
2
1,5
2,25
0,045
Aa
25
25
0
0,5
0,25
0,01
Text Box: Sifat / alel :
AA = Gambar
Aa  = Gambar-angka
aa   = angka - angka
Nilai X2 Hitung
0.145
Text Box: O = Alel yang muncul
E = Peluang yang diharapkan (Expected)
d = Koreksi yates = ± 0,5


db = n – 1 = 3-1 = 2
db
Peluang (K=0.05)
Peluang (K=0.01)
1
3.83
6.64
2
5.99
9.21
3
7.82
11.35




X2 Hitung = 0.145
Jika    :    X2hitung < x2 tabel = Ho diterima
              X2 hitung >             X2 tabel = Ha tidak diterima
Dari perhitungan di atas dapat diketahui, bahwa     :
X2hitung  = 0.145 < x2 tabel (5.99 ) =  Ho diterima
Kesimpulan, Hasil observasi sesuai dengan teori peluang


VII.          Pembahasan :
Dari data hasil pengamatan di atas dapat dijelaskan
Text Box: AA       ×           aa


  


Percobaan I :
Persilangan di samping merupakan persilangan monohibrid, dimana terjadi pemisahan gen yang sealel ke dalam gamet, inilah yang disebut hukum segregasi - Hukum Mendel I
 
Text Box: A
F1 :
 
Text Box: aText Box: aText Box: AA : Gambar
Aa : angka
Text Box: Aa
Text Box: Aa
Text Box: Heterozigot
Text Box: Aa
 


Text Box: Jika F1 (Aa) dengan kedua gametnya disilangkan, maka akan menghasilkanText Box: AaText Box: Aa                                                                                                                                                      
                                                                               ×
F2 :
 
 






Kesimpulan:
Dari percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa hukum teori Mendel tentang segregasi dapat terbukti walau pun kemungkinan benar atas nilainya tidak 100%, hal ini dapat  terlihat dari percobaan yang telah dilakukan terlihat bahwa hasil percobaan tidak 100%  tepat tapi hanya mendekati. Dengan menggunakan perhitungan persamaan Chi quare dari hasil experimen yang ada, telah didapatkan bahwa teori tersebut telah cocok dengan experimen.
Dari seluruh kemungkinan-kemungkinan lemparan koin pada experimen kedua,  didapat hasil bahwa kemungkinan koin tidak sama-“mata koin”  lebih besar daripada kemungkinan koin sama-“mata koin”. Jika kita hubungkan dengan teori Mendel tentang segregasi sel, maka kemungkinan turunnya gen secara acak adalah benar, tetapi experimen ini belum tentu tepat karena dilakukan dengan objek pengamatan yang berbeda, mungkin saja pada penentuan keturunan berdasarkan genetika, terdapat faktor-faktor penentu lain yang menentukan hereditas gen.
Selain dari pada itu, hasil
Daftar Pustaka

·         Junaidi, dkk.2012. Penuntun Praktikum Ilmu Tanaman . Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·         http://www.scribd.com/doc/24541308/Laporan-Praktikum-Biologi-Genetika


·         http://pipia.blogdetik.com/2010/07/15/laporan-praktikum-Genetika

·         http://samadaranta.wordpress.com/2010/12/17/Genetika-pada-tumbuhan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar